skip to Main Content

Peranan lamun sebagai penunjang kehidupan biota di sekitar

Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi di mana secara penuh hidup terbenam beradaptasi di wilayah perairan. Hal tersebut diperjelas Zurba (2018) bahwa lamun memiliki kedekatan yang lebih besar terhadap tumbuhan darat dibandingkan dengan tumbuhan laut dikarenakan bagian tubuhnya yang hampir sama dengan tumbuhan atau rerumputan di daratan. Bagian-bagian tersebut antara lain bunga, akar, batang, rhizoma, dan daun. Distribusi dari lamun yaitu hampir tersebar di seluruh perairan dangkal di seluruh dunia seperti halnya wilayah pasang surut, di depan formasi ekosistem mangrove, estuari, hingga pada ekosistem terumbu karang. Secara umum, lamun tumbuh pada substrat yang bervariasi antara lain substrat berpasir, berlumpur, tanah liat, celah batu, hingga pada patahan terumbu karang. Lamun pada dasarnya dapat berkembang secara luas hingga membentuk suatu hamparan lamun di mana biasa disebut dengan padang lamun. Keberadaan padang lamun tersebut mampu memunculkan adanya hubungan antara biota sekitar dengan lingkungan yang membentuk suatu ekosistem lamun. Padang lamun merupakan suatu ekosistem kompleks yang di dalamnya terdapat produktivitas hayati dengan nilai tinggi di mana bernilai penting baik secara ekologis maupun ekonomis.. Maka dari itu, dapat diartikan bahwa padang lamun memiliki peranan penting sebagai penunjang kehidupan biota yang ada di dalamnya.

Peranan tersebut antara lain menurut penjelasan Jalaluddin et al. (2020), antara lain :

  1. Padang lamun sebagai tempat tinggal dan berlindung berbagai biota

Hamparan lamun di suatu perairan sering digunakan biota laut seperti berbagai jenis ikan, teripang, dan kepiting. Lamun dapat digunakan sebagai tempat untuk berkembang biak, memijah, hingga mengasuh. Biota tersebut biasanya berkumpul atau menempel di balik lamun untuk berlindung dari bahaya disekitar seperti halnya kepiting yang cenderung membentuk gundukan sebagai rumah di sela-sela pasir padang lamun. Sedangkan, pada beberapa jenis ikan menggunakan lamun sebagai tempat asuhan (nursery ground) ketika pada masa stadia juvenil ikan akan banyak ditemukan pada ekosistem lamun tersebut kemudian saat dewasa cenderung akan berpindah menuju ekosistem karang.

2. Lamun sebagai tempat untuk mencari makan berbagai biota

Sudah diketahui bahwa di dalam ekosistem lamun terdapat biota yang melimpah dan beragam. Lamun mampu menyediakan nutrien bagi sejumlah invertebrata dan berbagai jenis ikan. Secara umum, lamun merupakan salah satu tumbuhan laut yang memiliki klorofil dan dapat digunakan untuk berfotosintesis. Hasil fotosintesis yang didapatkan tersebut mampu digunakan untuk memproduksi makanan yang dibutuhkan oleh berbagai biota laut disekitarnya. Kemudian, terdapat dua biota herbivora yang menggunakan lamun secara teratur sebagai sumber makanannya yaitu dugong (Dugong dugon) dan penyu hijau (Chelonia mydas). Selain hewan herbivora, ekosistem lamun yang digunakan sebagai tempat tinggal berbagai ikan juga digunakan ikan-ikan karnivora untuk memangsa ikan-ikan lainnya. Lamun dapat pula digunakan sebagai sumber makanan dalam bentuk detritus di mana guguran daun lamun akan dimakan oleh epifit sebagai nutrien yang diurai bakteri. Detritus yang terbentuk tersebut kemudian dikonsumsi oleh udang, kepiting, dan cacing.

Daftar Pustaka :

Jalaluddin, M., I. N. Octaviyani, A. N. P. Putri, W. Octaviyani dan I. Aldiansyah. 2020. Padang Lamun sebagai Ekosistem Penunjang Kehidupan Biota Laut di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Indonesia. Jurnal Geografi Gea., 20(1): 44-53.

Zurba, N. 2018. Pengenalan Padang Lamun, Suatu Ekosistem yang Terlupakan. Unimal Press, Lhkseumawe, 114hlm.

Tinggalkan Balasan