skip to Main Content

Kandungan Antioksidan Alami pada Lamun

Lamun merupakan salah satu tumbuhan laut yang memiliki beragam potensi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Adaptasi khusus seperti sistem perakaran dan penyerbukan diperlukan lamun sebagai tumbuhan berbunga untuk hidup terbenam di bawah permukaan laut (Tehubijuluw et al., 2018). Senyawa bioaktif dapat dihasilkan oleh lamun dari proses adaptasi khusus antara lamun dengan lingkungannya. Alkaloid, Tanin, Steroid, Flavonoid dan Saponin merupakan beberapa contoh senyawa bioaktif yang ditemukan pada akar dan daun lamun (Gustavina et al., 2018). Senyawa flavonoid merupakan salah satu senyawa antioksidan yang berfungsi merelaksasi pembuluh darah dan menghambat penggumpalan keping-keping darah (Barung et al., 2011).

Tingginya aktivitas antioksidan pada daun lamun bermanfaat untuk mencegah stress oksidatif yang diakibatkan oleh radikal bebas. Antioksidan berperan dalam meredam radikal bebas, antioksidan akan menyumbangkan satu elektron atau lebih ke radikal bebas (Tristanto et al., 2014). Radikal bebas dapat berasal dari dalam maupun luar tubuh. Reaksi yang ditimbulkan oleh radikal bebas dengan lipid, karbohidrat dan protein dapat menyebabkan munculnya beberapa penyakit seperti kanker, peradangan, katarak dan gagal ginjal (Labola dan Puspita, 2017). Identifikasi dan uji aktivitas antioksidan pada lamun banyak dilakukan guna menemukan sumber antioksidan alami yang diharapkan penggunaannya tidak menimbulkan efek samping. Uji aktivitas antioksidan kebanyakan dilakukan pada daun lamun, karena daun merupakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis (Permana et al., 2020). Penggunaan beberapa variasi pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda juga dapat dilakukan pada uji aktivitas antioksidan dari lamun, karena senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan belum diketahui secara pasti sifat kepolarannya (Ulfa et al., 2014).

REFERENSI

Barung, E. N., J. Schaduw dan D. S. Rintjap. 2011. Uji Aktivitas Antioksidan dan Efek Penurunan Kolesterol Darah dari β-Karoten Buah Salak (Salacca zalacca) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Jurnal Ilmu Kesehatan., 5(2): 128-133.

Gustavina, N. L. G. W. B., I. G. B. S. Dharma dan E. Faiqoh. 2018. Identifikasi Kandungan Senyawa Fitokimia pada Daun dan Akar Lamun di Pantai Samuh Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences., 4(2): 271-277.

Permana, R., A. Andhikawati, N. Akbarsyah dan P. K. D. N. Y. Putra. 2020. Identifikasi Senyawa Bioaktif dan Potensi Aktivitas Antioksidan Lamun Enhalus acoroides. Jurnal Akuatek., 1(1): 66-72.

Tehubijuluw, H., T. Watuguly dan P. M. J. Tuapattinaya. 2018. Analisis Kadar Flavonoid pada Teh Daun Lamun (Enhalus acoroides) Berdasarkan Tingkat Ketuaan Daun. Biopendix., 5(1): 1-7.

Tristanto, R., M. A. Putri, A. P. Situmorang dan Suryanti. 2014. Optimalisasi Pemanfaatan Daun Lamun Thalassia hemprichii Sebagai Sumber Antioksidan Alami. Jurnal Saintek Perikanan., 10(1): 26-29.

Ulfa, F. S., A. D. Anggo dan Romadhon. 2014. Uji Potensi Aktivitas Antioksidan dengan Metode Ekstraksi Bertingkat pada Lamun Dugong (Thalassia hemprichii) dari Perairan Jepara. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan., 3(3): 32- 39.

Klik untuk menuju artikel asli

Tinggalkan Balasan