skip to Main Content

Aktivitas Antibakteri pada Lamun

Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup terbenam di perairan serta dilengkapi dengan pembuluh, daun, rhizoma, dan akar. Padang lamun merupakan ekosistem yang bermanfaat secara ekologi maupun bagi kehidupan manusia.Lamun biasa hidup di substrat berpasir, berlumpur, celah batuan, hingga patahan terumbu karang yang tersebar hampir di seluruh wilayah perairan dangkal. Pada perairan Indonesia sendiri ditemukan 13 jenis lamun antara lain Thalassia hemprichii,Enhalus acoroides, Thalassodendron ciliatum, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halophila decipiens, Halophila spinulosa, Halophila minor, Haludole pinifolia, Halodule uninervis, Syringodium iseotifolium, dan Halophila sulawesii yang hanya ditemukan di perairan Sulawesi(Sjafrie et al., 2018).

Secara umum lamun merupakan tumbuhan perairan yang mampu menghasilkan senyawa bioaktif di mana memiliki aktivitas antibakteri. Beberapa senyawa yang berperan tersebut antara lain flavonoid, fenol, steroid, alkaloid, dan tanin. Pada dasarnya antibakteri merupakan bahan atau senyawa yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan hingga membunuh bakteri tersebut. Adapun mekanisme dari senyawa antibakteri secara umum antara lain merusak dinding sel, mengganggu sintesis protein, mengubah permeabilitas membran, dan menghambat kerja enzim. Senyawa-senyawa bioaktif tadi memiliki peranan masing-masing sebagai antibakteri seperti halnya flavonoid di mana senyawa ini berperan dalam mengganggu fungsi sel suatu mikroorganisme seperti bakteri dan menghambat siklus sel mikroba. Selanjutnya, senyawa fenol pada lamun dapat berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dengan menembus lapisan peptidoglikan. Kemudian, terdapat fenol yang bekerja pada koagulasi protein dan merusak membran sel bakteri. Contoh dari lamun yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu Cymodocea rotundata yang menghasilkan aktivitas terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Maka dari itu dengan aktivitas antibakteri yang terkandung dalam lamun menjadikan tanaman tersebut sering dimanfaatkan dalam bidang kesehatan (Septiani et al., 2017).

Daftar Pustaka :

Septiani., E. N. Dewi dan I. Wijayanti. 2017. Aktivitas Antibakteri Ekstrak            Lamun(Cymodocea rotundata) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan       Escherichia coli. Saintek Perikanan., 13(1):1-6.

Sjafrie,N. D. M., U. E. Hernawan, B. Prayudha, I. H. Supriyadi, M. Y. Iswari, Rahmat,     K. Anggraini, S. Rahmawati dan Suyarso. 2018. Status Padang Lamun Indonesia      2018 Ver.02. Puslit Oseanografi-LIPI, Jakarta, 40hlm.

Tinggalkan Balasan