skip to Main Content

Kemampuan Padang Lamun sebagai Perangkap Mikroplastik

Gambar 1. Kelimpahan mikroplastik (Huang et al., 2020)

Banyaknya kegiatan manusia mendorong manusia untuk menghasilkan banyak limbah, salah satunya adalah plastik. Semua limbah pada akhirnya akan berakhir di laut tidak terkecuali limbah plastik. Limbah plastik yang terdapat di laut bervariasi jenis, ukuran bentuk hingga warna. Mikroplastik merupakan masalah lingkungan serius di seluruh dunia. Mikroplastik memiliki yang cukup kecil yaitu 5 i 9 Oleh karena itu, dengan ukurannya yang kecil dikhawatirkan dapat membawa dampak buruk ke lingkungan bahkan manusia. Mikroplastik yang terakumulasi di laut akan mempengaruhi lingkungan perairan dan biota di dalamnya.

Salah satu ekosistem yang terdampak adanya mikroplastik adalah padang lamun. Padang lamun dikenal memiliki kemampuan sebagai perangkap sedimen di lautan. Kemampuan lamun tersebut ternyata tidak hanya sebagai perangkap sedimen saja, tetapi juga materi partikulat lainnya seperti mikroplastik. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Huang et al. (2020), pada padang lamun Enhalus acoroides yang berlokasi di T uk Xi u T uk Li’ H i Chi

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada areatanpa vegetasi lebih rendah dibandingkan dengan area bervegetasi atau padang lamun. Mikroplastik dapat terperangkap di dalam sedimen karena aliran air yang lebih rendah dan meningkatnya tumbukan partikel dengan daun. Selain itu dapat juga mikroplastik menempel pada daun lamun atau epifit yang kemudian akan terkubur dalam sedimen apabila telah gugur.

Kemampuan padang lamun yang bertindak sebagai perangkap mikroplastik memiliki dampak negatif tentunya. Mikroplastik yang menempel pada daun lamun atau epifit dapat berpotensi untuk tercerna oleh herbivora atau hewan yang berasosiasi dengan padang lamun lebih besar (Bonnano dan Onando-Bonaca, 2020). Mulai dari proses tersebut
mikroplastik dapat masuk ke rantai dan jaring makanan. Organisme yang mencerna mikroplastik dan sudah terakumulasi di dalam tubuhnya akan berdampak pada kerusakan tubuh organisme tersebut. Kemungkinan manusia mencerna mikroplastik juga tinggi, apabila keberadan mikroplastik meningkat dan ikut serta dalam hewan laut yang biasanya
dikonsumsi manusia.

Daftar Pustaka

Bonnano, G. dan M. Onando-Bonaca. 2020. Marine plastics: What Risks And Policies Exist For Seagrass Ecosystems in the Plasticene?. Marine Pollution Bulletin, 158(2020): https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2020.111425

Huang et al. 2020. Seagrass Beds Acting As A Trap Of Microplastics – Emerging Hotspot In The Coastal Region?. Environmental Pollution, 257 (2020): 1134503. https://doi.org/10.1016/j.envpol.2019.113450

Pico, Y. dan D. Barcelo. 2019. Analysis and Prevention of Microplastics Pollution in Water: Current Perspectives and Future Directions ACS O g 4 : 67 9−67 9 DOI: 10.1021/acsomega.9b00222

Tinggalkan Balasan