skip to Main Content

Pengaruh Pembangunan di Kawasan Pesisir Terhadap Ekosistem Lamun

Pembangunan di kawasan pesisir memiliki pengaruh yang besar bagi lingkungan dan manusia baik dalam hal positif maupun negatif. Pembangunan seperti reklamasi, pembangunan pelabuhan, dan pembangunan dalam bidang industry lainya terbukti telah membantu perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik. Terlepas dari hal itu
pembangunan di kawasan pesisir dapat menjadi ancaman bagi keseimbangan alam di area tersebut. Kegiatan pembangunan di kawasan pesisir dapat menjadi sumber pencemaran baru terhadap ekosistem yang ada. Ekosistem di perairan pesisir dikenal sebagai ekosistem yang sangat sensitif terhadap pencemaran lingkungan. Ekosistem lamun menjadi salah satudi antara tiga ekosistem penting pesisir lainya yaitu ekosistem mangrove dan ekosistem terumbu karang. Ketiga ekosistem tersebut saling terkait dalam menjalankan peran ekologis maupun biologis sehingga salah satu dari ekosistem tersebut tidak dapat tergantikan.

Menurut Dahuri (2003) pembangunan di kawasan pesisir memiliki sifat yang destruktif terhadap keberadaan ekosistem lamun. Kerusakan yang dialami ekosistem lamun dapat secara langsung yaitu mekanis dengan berupa pengerukan maupun penimbunan material di kawasan ekosistem tersebut. Kerusakan dapat pula terjadi secara tidak langsung yaitu berupa
penurunan kualtias perairan akibat aktivitas pembangunan yang terjadi. Kerusakan yang terjadi pada ekosistem lamun berbanding lurus terhadap laju pembangunan dimana semakin tinggi laju pembangunan memperluas pemanfaatan ruang yang artinya ekosistem lamun semakin terancam (Effendy, 2009). Rusaknya ekosistem lamun oleh kegiatan pembangunan
di kawasan pesisir ini memberikan indikasi bahwa dalam pelaksanaannya kegiatan pembangunan tidak berjalan kearah yang ramah lingkungan.

Kerusakan ekosistem lamun karena kegiatan pembangunan dapat diantisipasi dengan dilakukannya kajian oleh pihak pelaku pembangunan dengan memperhatikan ekosistem yang mungkin terdampak olehnya. Pembangunan yang bersifat berkelanjutan dapat menjadi salah satu strategi dalam pengelolaan lahan yang ramah lingkungan (Tebaiyet al., 2014). Bentuk dari pembangunan berkelanjutan salah satunya adalah pengelolaan wilayah secara terpadu (integrated). Pengelolaan terpadu menjadi suatu cara dalam mengoptimalkan pembangunan ekonomi dengan memperhatikan keterlibatan masyarakat dan pemeliharaan lingkungan
(Dahuriet al., 2001).

Daftar Pustaka

Dahuri, R., J. Rais, S.P.Ginting dan M. J. Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisirdan Lautan secaraTerpadu. Pradnya Paramita, Jakarta. 328hlm.

Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 412 hlm.

Efendy, M. 2009. Pengelolaan Wilayah PesisirSecaraTerpadu: Solusi Pemanfaatan Ruang, Pemanfaatan Sumberdaya Dan Pemanfaatan Kapasitas Asimilasi Wilayah Pesisir yang Optimal dan Berkelanjutan. Jurnal Kelautan Indonesian Journal of Marine Science and Technology., 2(1) : 81-86.

Tebaiy, S., F.Yulianda, A.Fahrudin dan I.Muchsin. 2014. Struktur komunitas padang lamun dan strategi pengelolaan di TelukYoutefa Jayapura Papua. Jurnal Segara., 10(2) : 137- 146.

Tinggalkan Balasan