skip to Main Content

Padang Lamun sebagai Mitigasi Patogen Penyebab Penyakit

Gambar 1. Padang lamun mempengaruhi keberadaan bakteri (Lamb et al., 2017)

Manfaat lamun sebagai antibakteri telah diketahui dan banyak dilakukan penelitian mengenai manfaat tersebut. Beberapa penelitian mengenai aktivitas antibakteri pada lamun dilakukan oleh Dhuha et al. (2016), bahwa pada ekstrak etanol daun lamun Syiringodium isoetifolium mempunyai kemampuan antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa
dan penelitian oleh Septiani et al. (2017), yang manyatakan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak lamun Cymodocea rotundata mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas antibakteri yang dimiliki lamun disebabkan oleh kandungan senyawa fitokimia seperti fenolik, flavonoid dan tanin yang terdapat pada lamun itu sendiri. Senyawa-senyawa tersebut banyak terkandung dalam tanaman. Akibatnya tanaman memiliki efek farmakologis, contohnya sebagai biosida alami.

Lamun yang merupakan tanaman tingkat tinggi tentunya juga dapat menghasilkan biosida alami. Oleh karena itu, padang lamun mampu berfungsi sebagai sistem filtrasi alami di lautan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lamb et al. (2017), menyebutkan bahwa adanya padang lamun di suatu perairan dapat mengurangi paparan bakteri yang
bersifat patogen baik terhadap manusia, ikan maupun invertebrata laut. Sehingga padang lamun berpotensi sebagai sistem mitigasi penyakit atau penghilang patogen yang disebabkan oleh limbah manusia di darat ke lautan.

Berdasarkan gambar diatas menggambarkan bahwa area intertidal yang tidak terdapat vegetasi lamun terindikasi memiliki kandungan bakteri Enterococcus lebih tinggi dibandingan area yang terdapat vegetasi lamun. Tingkat bakteri Enterococcus pada area intertidal dengan padang lamun tiga kali lebih rendah daripada area intertidal tanpa padang lamun. Sedangkan untuk kelimpahan relatif patogen penyebab penyakit pada ikan dan invertebrata laut pada padang lamun menunukkan 50% lebih rendah dibandingkan dengan area tanpa adanya padang lamun. Banyaknya limbah yang dihasilkan oleh manusia dapat meningkatkan jumlah patogen yang dapat merugikan baik bagi manusia maupun biota laut, sehingga perlu diimbangi dengan menjaga kelestarian padang lamun agar dapat mengurangi dampak negatif yang diakibatkan oleh patogen di laut.

Daftar Pustaka

Dhuha, S., W. Bodhi dan N. Kojong. 2016. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Lamun (Syiringodium isoetifolium) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa. Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(1): 231-237.

Lamb, J. B. et al. 2017. Seagrass Ecosystems Reduce Exposure To Bacterial Pathogens Of Humans, Fishes, And Invertebrates. Science, 355: 731–733.

Septiani, E. N. Dewi dan I. Wijayanti. 2017. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lamun (Cymodocea rotundata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Saintek Perikanan, 13(1): 1-6.

Tinggalkan Balasan